Image by CNET

Android vs. iOS – Jika kamu membeli smartphone baru hari ini, besar kemungkinan kamu akan mendapati salah satu dari dua sistem operasi: Android dari Google atau iOS dari Apple. Kedua platform ini menyumbang 99,7% dari semua smartphone baru yang dikirimkan pada 2017, menurut IDC, dan persentase itu akan semakin meningkat tiap tahunnya. Microsoft sudah bisa dikatakan menyerah pada Windows Phone-nya, BlackBerry membuat perangkat Android sekarang, dan tidak banyak opsi lain yang cukup patut untuk dipertimbangkan.

Sudah lebih dari satu dekade sejak iOS dan Android diperkenalkan ke publik untuk pertama kalinya. Sudah selama itu pula fans dari kedua kubu terus menerus berdebat tentang sistem operasi mana yang lebih baik. Kabar baiknya adalah, kedua sistem operasi smartphone ini sangatlah bagus. Keduanya memiliki sedikit kesamaan satu sama lain, tetapi ada beberapa perbedaan penting yang mungkin perlu kamu pertimbangkan.

Agar bisa memberikan gambaran tentang mana yang lebih baik, kita perlu membandingkan bagian per bagian secara detil dan terperinci. Namun perlu diingat kembali bahwa pada akhirnya sistem operasi mana yang lebih baik ya bergantung pada kebutuhanmu sendiri. Jadi silakan bandingkan masing-masing keunggulan dan kekurangan, lalu pilih sesuai kebutuhanmu.

Harga

Ya, sudah barang tentu kebanyakan orang akan memikirkan hal ini dulu sebelum menginjak ke bagian lainnya. Apple selalu berada di puncak pasar dalam hal harga, tetapi iPhone X membawa semuanya ke tingkat yang sama sekali baru dengan harga termurahnya yang mencapai $1.000 (14 jutaan) dan iPhone XS Max mulai dari $1.100 (15,5 jutaan). Jika kamu membutuhkan sesuatu yang lebih terjangkau, iPhone XR mulai dari $750 (10,5 jutaan) dan iPhone 8 yang lebih tua mulai dari $600 (8,4 jutaan). Jika kamu tidak ingin menghabiskan banyak uang, maka kamu dapat menggunakan iPhone 7 yang berusia 2 tahun dengan harga $450 (6,3 jutaan). Itulah harga termurah yang ditawarkan Apple untuk produk-produknya, kecuali kamu mau membeli versi bekasnya.

Untuk masalah harga dan variasi pilihan, tidak ada bisa mengalahkan Android. Kamu dapat menghabiskan banyak uang jika ingin, misalnya, Google Pixel 3 XL dan seri Samsung Galaxy Note hampir cocok dengan harga iPhone Apple, tetapi ada juga banyak pilihan yang lebih murah dan bagus dari berbagai produsen yang berbeda, dan platform ini sengaja dioptimalkan untuk dijalankan pada perangkat keras kelas bawah. Fakta bahwa Android juga memimpin dalam hal aplikasi gratis menjadikannya pilihan alami bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas.

Pemenang: Android

Performa

Tak jarang kita mendengar seseorang yang mengklaim bahwa iPhone memiliki “hardware yang buruk”. Dan di atas kertas, klaim tersebut memang tampak benar, sebut saja layar dengan resolusi lebih rendah, jumlah RAM yang lebih kecil, bahkan jumlah inti prosesor yang lebih sedikit dari model Android yang ada di pasaran. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa menggunakan iPhone selalu bebas dari yang namanya lag, maupun macet di tengah jalan saat sedang scrolling. Lantas, kenapa hal itu bisa terjadi? Kenapa iPhone yang notabene memiliki hardware lebih buruk tapi bisa memiliki performa yang lebih baik daripada kebanyakan Android?

Google Stadia: Cara Baru Bermain Game

Satu kata: optimasi. iOS tidak membutuhkan sejumlah besar RAM karena dapat menyimpan lebih dari selusin aplikasi dimuat dan siap dipanggil kembali hanya dengan 2GB, dan sementara resolusi beberapa model (Xr misalnya) mungkin tampak rendah, kepadatan piksel tetap lebih dari cukup, sementara itu resolusi yang lebih rendah berarti lebih sedikit kerja untuk GPU dan dengan demikian, mengurangi konsumsi baterai.

Selain itu, CPU Apple juga tampak cukup lemah selama bertahun-tahun. Chip B12 dan A12 adalah yang pertama yang memiliki delapan inti, chip A11 dan A10 sebelumnya masing-masing memiliki enam dan empat inti. Sementara itu, bahkan ponsel Android kelas menengah telah menggunakan CPU octa-core (8 inti) bahkan jauh sebelum negara api menyerang. Namun, karena optimasi sistem operasi yang luar biasa, CPU Apple secara konsisten mengungguli pesaing untuk waktu yang lama. Faktanya, bahkan iPhone generasi yang lebih tua cenderung mengalahkan ponsel terbaik Android yang lebih baru dalam uji benchmark.

Secara keseluruhan, sementara ponsel Android hampir selalu memiliki spesifikasi perangkat keras yang unggul di atas kertas, iPhone menawarkan kinerja nyata yang lebih baik di sebagian besar penggunaan.

Pemenang: iOS

[the_ad id=”1087″]

Aplikasi

Sistem operasi iOS dirilis lebih dulu daripada Android, kira-kira selang 1 tahun. Tak heran jika dalam beberapa tahun pertama persaingannya, jumlah aplikasi di App Store lebih banyak daripada jumlah aplikasi di Play Store. Baru beberapa tahun belakangan, jumlah aplikasi di Play Store jauh melebihi jumlah aplikasi di App Store. Coba kita mulai dengan melihat angka-angkanya. Inilah kira-kira perbandingan jumlah aplikasi yang akan kamu temukan di Google Play Store dan Apple App Store:

  • Aplikasi Android: 3,5 juta
  • Aplikasi iOS: 2,2 juta

Meskipun demikian, angka bukanlah metrik terbaik karena kebanyakan dari kita hanya menggunakan beberapa aplikasi dan yang paling populer tersedia di kedua platform. Secara tradisional, iOS telah menjadi platform yang lebih menguntungkan bagi para pengembang, sehingga ada kecenderungan aplikasi baru muncul lebih dulu, tetapi itu berubah ketika pangsa pasar Android terus tumbuh. Di Amerika misaalnya, iOS masih memimpin, tetapi pengembang di tempat lain semakin menargetkan Android terlebih dahulu.

Play Store masih memiliki persentase aplikasi gratis yang lebih tinggi daripada App Store. Tapi game mobile terbaik masih lebih dulu mendarat di iOS, dan mereka tidak selalu datang ke Android. Pada akhirnya, kualitas mengalahkan kuantitas dan karenanya ini adalah kemenangan tipis untuk iOS.

Pemenang: iOS

[the_ad id=”1087″]

Daya Tahan dan Pengisian Baterai

Salah satu faktor yang sangat diperhatikan oleh pengguna smartphone adalah daya tahan baterai. Sulit untuk membandingkan kedua platform karena tidak ada perangkat keras yang sama. Bisa dikatakan, untuk ukuran baterai yang sama, iOS akan cenderung bertahan lebih lama jika dibandingkan dengan Android, tetapi kamu bisa membeli perangkat Android dengan baterai yang jauh lebih besar yang dengan mudah akan bertahan lebih lama dari iPhone.

Baik Android dan iOS memungkinkan kamu untuk melihat penggunaan baterai secara sekilas, dikelompokkan berdasarkan aplikasi, tetapi hanya Android yang menunjukkan perkiraan berapa lama baterai yang tersisa. Keduanya menawarkan mode hemat daya yang dapat memperpanjang masa pakai baterai dengan membatasi kinerja, konektivitas, dan fitur fitur lainnya, tetapi tepatnya cara kerjanya umumnya lebih dapat disesuaikan di Android.

Google Stadia: Cara Baru Bermain Game

Sudah sejak dulu, Android selalu memimpin dalah hal pengisian daya, karena banyak ponsel Android menawarkan kemampuan pengisian cepat (fast charging) dan pengisian daya nirkabel (wireless). Namun, Apple iPhone 8, 8 Plus, dan iPhone X mengadopsi pengisian wireless dan fast charging, dan semua iPhone yang lebih baru mendukung keduanya. Perlu dicatat bahwa kamu harus membeli adaptor fast charging secara terpisah untuk iPhone (padahal biasanya disediakan dalam kotak kemasan untuk ponsel Android) itupun dengan harga yang tidak murah.

Pemenang: Android

[the_ad id=”1087″]

Pembaruan (Update)

IOS Apple menawarkan pembaruan perangkat lunak dan perbaikan keamanan yang sangat konsisten dan tepat waktu. Jika kamu menginginkan pengalaman yang sama di Android, maka kamu harus membeli salah satu ponsel dari Google, yakni seri Pixel. Inilah statistik adopsi iOS menurut situs web resmi Apple per tanggal artikel ini dibuat:

  • iOS 12: 83%
  • iOS 11: 12%
  • iOS 10 ke bawah: 5%

Lebih dari 80% dari semua perangkat iOS sekarang menjalankan versi terbaru. Sebaliknya, kami tidak tahu berapa banyak perangkat Android yang menjalankan Android 9.0 Pie terbaru, tetapi kemungkinan persentasenya sangatlah kecil jika dibandingkan total keseluruhan perangkat Android yang ada di muka bumi. Inilah statistik adopsi Android menurut web resmi Google per tanggal artikel ini dibuat:

  • Android 8.1 Oreo: 7,5%
  • Android 8.0 Oreo: 14%
  • Android 7.1 Nougat: 10,1%
  • Android 7.0 Nougat: 18.1%
  • Android 6.0 Marshmallow: 21,3%
  • Android 5.1 Lollipop: 14,4%
  • Android 5.0 Lollipop: 3,5%
  • Android 4.4 KitKat: 7,6%
  • Android 4.4 ke bawah: 3,5%

Jika Anda menginginkan fitur terbaru, perbaikan bug, dan pembaruan keamanan, maka Anda harus memilih iOS.

Pemenang: iOS

[the_ad id=”1087″]

Kustomisasi (Customizability)

Ini selalu menjadi salah satu kekuatan utama Android. Sangatlah mudah untuk menyesuaikan opnselmu sesuai dengan keinginan. Kamu dapat dengan mudah mengatur tata letak yang kamu inginkan di layar beranda, menambahkan widget dan shortcut, dan bahkan mengubah seluruh antarmuka pengguna dengan launcher yang dapat dipasang dengan mudah melalui Play Store.

Sebaliknya, tampilan iOS hampir dari dulu tidak bisa dimodifikasi sesuai dengan keinginan kita. Kamu memang bisa mengatur wallpaper di iOS dan ada dukungan terbatas untuk widget, tetapi kamu tidak memiliki tingkat kebebasan yang sama dengan Android. Android juga memungkinkan kamu mengatur aplikasi pihak ketiga sebagai opsi default untuk banyak hal yang masih terkunci di iOS. Jika kamu suka mengutak-atik, atau ingin tampilan pribadi yang benar-benar unik untuk homescreen, maka Android adalah platform untukmu.

Pemenang: Android

[the_ad id=”1087″]

Keamanan

Pembaruan sistem operasi yang cepat sekarang menjadi suatu hal yang lebih penting daripada sebelumnya karena pelanggaran keamanan menjadi masalah yang lebih serius. Android tertinggal dalam dunia pembaruan, kecuali jika kamu memiliki perangkat Android stok,layaknya seri Pixel ataupun Android One. Karena jutaan ponsel Android masih menjalankan perangkat lunak yang berumur bertahun-tahun, ponsel-ponsel tersebut rentan terhadap peretasan serius.

Google Stadia: Cara Baru Bermain Game

Apple sudah sejak lama dikenal ahli dalam hal kemanan untuk konsumen umum, terutama dengan Touch ID dan FaceID di iPhone X dan yang lebih baru. Pengawasan ketat yang dimiliki Apple pada aplikasi dan kemampuan untuk mendorong pembaruan ke lebih banyak perangkat, lebih cepat, memberikan keunggulan pasti atas Android. Perusahaan ini juga mengenkripsi data di iMessage dan aplikasi lainnya.

Apple memprioritaskan privasi pengguna, sehingga kamu dapat merasa aman mengetahui data pribadimu tidak disimpan atau dibaca oleh Apple. Itu semua dienkripsi juga. Sementara itu, meskipun Android mengenkripsi beberapa data, tetapi privasimu tetap kurang terlindungi. Google menambang data-data kamu untuk informasi yang dapat digunakan untuk menjual iklan yang lebih baik dan memasarkan produk kepadamu. Data-datamu juga disimpan dan dibaca untuk memberikanmu pengalaman AI (Google Assistant) yang lebih baik.

Google mengklaim telah berkomitmen untuk sepenuhnya melindungi privasi pengguna dan masih menyediakan layanan AI yang ditawarkannya, tetapi beberapa pakar keamanan dan Apple berpendapat bahwa Google menyajikan pilihan yang salah antara privasi dan AI. Apple bahkan berperang dengan FBI untuk menjamin hak pengguna atas enkripsi. Sulit untuk mengalahkan dedikasi semacam itu.

Tidak dapat disangkal bahwa iOS adalah platform yang paling aman dan yang paling melindungi privasi pengguna. Jika kamu peduli dengan privasi dan keamananmu, gunakan iPhone.

Pemenang: iOS

[the_ad id=”1087″]

Variasi Pilihan

Selama beberapa generasi terakhir, Apple selalu menawarkan hal yang sama. Setiap tahun, kita akan melihat ponsel baru dengan desain dasar yang sama. Banyak hal berubah ketika iPhone X diperkenalkan, menggabungkan layar dengan bezel yang sangat tipis dan menandakan era baru dalam desain iPhone yang terikat untuk sebagian besar tetap tidak berubah dalam beberapa tahun ke depan. Tetapi mengingat bahwa iPhone hanya dibuat oleh satu perusahaan yang hanya merilis beberapa model setiap tahun, kurangnya variasi dapat dimengerti.

Di sisi lain, Android menyediakan variasi pilihan yang sangat banyak. Berbeda dengan pilihan sempit Apple, ada banyak ponsel Android di luar sana, dengan lusinan pabrikan yang mendorong lahirnya lusinan model tahun demi tahun. Memang, ponsel tidak beragam seperti dulu dan terlihat lebih mirip dari sebelumnya, tetapi OEM yang berbeda hampir selalu memiliki sesuatu yang unik untuk ditawarkan, baik itu dari segi hardware ataupun fitur dari software-nya.

Jadi, siapa yang menang dalam hal ini? Jelas, pemenangnya adalah Android, karena ponsel Android mencakup bagian yang jauh lebih luas dari spektrum harga dan biasanya memperkenalkan beberapa fitur yang berguna bertahun-tahun sebelum diterapkan di iOS.

Pemenang: Android

[the_ad id=”1087″]

Gengsi

Untuk yang satu ini tidak perlu penjelasan.

Pemenang: iOS

Kesimpulan

Saatnya kita tiba pada babak penentuan. Namun, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, semua pilihan bergantung pada diri kamu masing-masing, sesuai dengan kebutuhanmu.

iOSAndroid
Performa kencang
Aplikasi yang berkualitas
Pembaruan OS jangka panjang
Nilai yang lebih baik untuk waktu yang lama
Tingkat kebebasan sangat tinggi
Aplikasi yang lebih bervariasi
Lebih terjangkau
Antarmuka sangat mudah diatur sesuai keinginan

Seperti yang bisa dilihat di atas, masing-masing platform memiliki kelebihan dan kekurangannya, sehingga pada akhirnya hasilnya akan sangat subyektif.

Sedikit saran ringan, jika kamu seseorang yang mementingkan gaya, gengsi, serta tidak ada masalah dengan budget, belilah iPhone. Sebaliknya, jika kamu memiliki keterbatasan budget, Android dengan harga 3-4 jutaan sudah sangat mencukupi kebutuhan sehari-hari.