Image by PCGamesN

Memiliki CPU (prosesor) terbaik di kelasnya tentu merupakan impian bagi tiap gamer di dunia. Akan tetapi tidak semua gamer mampu mewujudkan impian tersebut, terkadang mereka harus berkompromi dengan kantongnya untuk mendapatkan PC dengan performa sebaik mungkin namun dengan harga yang tetap terjangkau. Untuk itulah terkadang proses pemilihan komponen dalam merakit PC bisa menghabiskan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.

CPU merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap performa PC-mu. CPU jugalah yang menentukan tipe motherboard seperti apa yang akan atau bisa kamu gunakan nantinya. Lancar atau tidaknya dalam bermain game pun tentunya tak luput dari peran komponen ini. Selama ini, kebanyakan game dirancang untuk bisa mengoptimalkan CPU dengan jumlah core/thread hanya sampai dengan 4 buah, akan tetapi saat ini trend tersebut mulai mengarah menuju CPU dengan jumlah core/thread sampai dengan 6/8 buah. CPU dengan jumlah core/thread yang banyak tentunya juga akan memberi kemudahan dalam proses edit video, streaming game, ataupun hanya multitasking biasa.

Di tahun 2018 ini, memilih CPU untuk PC gaming menjadi sebuah kesenangan tersendiri mengingat Intel tidak lagi menjadi pemain tunggal yang menawarkan CPU dengan performa yang bagus tetapi dengan konsumsi daya yang rendah serta rentang harga yang cukup luas. Adalah AMD yang berhasil menggoyang dominasi Intel pada pertengahan tahun 2017 dengan meluncurkan keluarga Ryzen setelah sekian lama berada di balik bayang-bayang Intel. Selain menawarkan produk yang memiliki performa dan konsumsi daya yang hampir sama dengan Intel, seperti biasa, AMD juga menawarkannya dengan harga yang jauh lebih menarik. Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi para gamer, khususnya fans AMD, karena semakin banyak pilihan yang tersedia untuk bisa memainkan game favorit mereka.

Untuk mempermudah kamu dalam memilih CPU yang tepat, Fanatek sudah mengurutkan CPU terbaik saat ini sesuai dengan rentang harganya.

Rentang Harga < IDR 1 Juta | Intel Pentium G4560

Cores: 2 | Threads: 4 | Base Clock: 3.5GHzTurbo Clock: -GHz |
Overclocking: No L3 Cache: 3MB TDP: 65W | IDR 990.000

Cara Mudah Download Windows Official Image (ISO) Terbaru (October 2018)

Untuk budget di bawah IDR 1 juta, seri CPU dari Intel yang satu ini bisa dipastikan tidak mempunyai tandingan. Jika pada seri-seri sebelumnya Intel Pentium G hanya memiliki 2 core dan 2 thread, pada seri ini Intel memberikan 2 thread tambahan yang terbukti mampu meningkatkan performanya secara signifikan. CPU ini cukup bisa diandalkan untuk melibas game-game populer seperti The Witcher 3: Wild Hunt, GTA V, Rise of The Tomb Raider, dan Far Cry 5, dengan catatan tidak terjadi bottleneck pada GPU yang digunakan. Selama masa pemakaian, CPU ini hanya gagal menjalankan game COD Black Ops 3 dengan lancar yang mana game ini membutuhkan CPU dengan jumlah core minimal 4 buah.

Rentang Harga IDR 1-2 Juta | AMD Ryzen 3 2200G

Cores: 4 | Threads: 4 | Base Clock: 3.5GHzTurbo Clock: 3.7GHz |
Overclocking: Yes L3 Cache: 4MB TDP: 65W | IDR 1.525.000

Tidak begitu sulit menentukan pemenang untuk rentang harga ini. Dengan harga di kisaran IDR 1,6 juta, seri ini sukses melibas seri-seri lainnya baik dari kubu AMD sendiri maupun kubu Intel. Adanya fitur overclok serta hadirnya integrated GPU Radeon Vega 8 (8 core) merupakan suatu tawaran yang sulit untuk dihiraukan, terlebih GPU yang terintegrasi pada prosesor ini cukup bisa diandalkan untuk menjalankan game-game E-Sport pada resolusi HD dengan nilai FPS yang masih bisa dinikmati. CPU ini juga sudah memiliki jumlah core sebanyak 4 buah yang mana jumlah ini sudah terbilang cukup untuk memainkan hampir semua game yang ada di pasaran saat ini. Cukup dikombinasikan dengan GPU yang memadai maka CPU ini akan bisa melibas game-game AAA dengan baik pada resolusi 1080p.

Rentang Harga IDR 2-3 Juta | AMD Ryzen 5 2600

Cores: 6 | Threads: 12 | Base Clock: 3.4GHzTurbo Clock: 3.9GHz |
Overclocking: Yes L3 Cache: 16MB TDP: 65W | IDR 2.989.000

Download Aplikasi Google Camera Bawaan Pixel 3!

Hadir sebagai penerus Ryzen 5 generasi pertama, tidak diragukan lagi CPU ini merupakan yang terbaik di kelas harganya. Dengan spesifikasi 6 core dan 12 thread serta L3 cache sebesar 16MB menjadikannya CPU all-rounder, yang berarti bisa menjalankan hampir segala proses dengan baik mulai dari gaming, game streaming, video editing, 3D rendering, atau multitasking berat sekalipun.

Sebagai alternatif, buat kamu yang hanya mementingkan kemampuan gaming tanpa perlu mepertimbangkan kemampuan multitasking, bisa memilih Intel Core i3 8100 dengan 4 core dan 4 thread. CPU ini memiliki kemampuan gaming yang sangat bisa diandalkan di harga IDR 2,2 jutaan, bahkan melebihi Ryzen 5 2600. CPU ini juga merupakan jawaban dari Intel kepada AMD untuk kelas entry level, yakni dengan menaikkan jumlah core menjadi 4 buah dari yang sebelumnya hanya 2 buah.

Rentang Harga IDR 3-5 Juta | AMD Ryzen 7 2700

Cores: 8 | Threads: 16 | Base Clock: 3.2GHzTurbo Clock: 4.1GHz |
Overclocking: Yes L3 Cache: 16MB TDP: 65W | IDR 4.750.000

Lagi-lagi AMD kembali kami rekomendasikan untuk rentang harga ini, bukan karena performa gaming yang terbaik di kelas harganya, melainkan karena untuk urusan gaming performanya tidak terpaut jauh dari Intel Core i5 8400 (saat ini menempati urutan teratas di rentang harga ini untuk performa gaming) namun memberikan jumlah core dan thread yang lebih banyak sehingga bisa dijadikan workstation yang cukup dapat diandalkan.

Namun, buat kamu yang tetap mementingkan performa gaming, yang mana perbedaan antara 110 fps dan 100 fps sangatlah berarti, kamu bisa memilih Intel Core i5 8600K sebagai alternatif mengingat kedua CPU berada pada kisaran harga yang hampir sama. Perlu diingat bahwa untuk mendapatkan perbedaan performa yang cukup bisa diamati antara Ryzen 7 2700 dan Core i5 8600K, kamu harus menggunakan GPU kelas atas (misal GTX 1080 Ti) supaya tidak terjadi bottleneck. Jika GPU yang digunakan masih sebatas GTX 1070 ke bawah, maka perbedaan performa gaming antara kedua CPU itu tidak akan begitu terasa.

Nvidia vs. AMD di 2019, Manakah yang Lebih Baik?

Rentang Harga IDR 5-7 Juta | Intel Core i7 8700K

Cores: 6 | Threads: 12 | Base Clock: 3.7GHzTurbo Clock: 4.7GHz |
Overclocking: Yes L3 Cache: 12MB TDP: 95W | IDR 6.850.000

Dengan base clock 3.7GHz, Turbo Clock 4.7Ghz, memiliki 6 core serta 12 thread menjadikannya sebuah entitas yang sulit dilampaui oleh AMD. CPU yang baru dirilis bulan Oktober 2018 ini langsung menunjukkan taringnya sebagai penerus CPU tercepat kelas consumer, yakni Intel Core i7 7700K, yang dirilis tahun lalu. Pesaing terdekatnya dari kubu merah yakni AMD Ryzen 7 2700X memang menawarkan harga yang lebih murah serta jumlah core dan thread yang lebih banyak namun sepertinya itu belum cukup untuk menggeser CPU ini dari singgasananya.

Untuk performa gaming, tidak akan ada yang protes jika kami menobatkan CPU ini sebagai CPU terbaik di kelas consumer. Sementara untuk performa multitasking, perbedaan 6 dan 8 core serta 12 dan 16 thread, jika dibandingkan dengan kubu AMD, tidak akan memberikan perbedaan performa yang cukup signifikan.

Kesimpulan

Di tahun ini, gamer kembali punya banyak pilihan pada sektor CPU, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang mana hampir semua segmen didominasi oleh Intel. Buat kamu yang hanya menginginkan CPU dengan performa gaming semaksimal mungkin tanpa memedulikan kebutuhan multitasking atau proses yang membutuhkan banyak core/thread, Intel bisa menjadi pilihan yang tak terbantahkan untuk saat ini. Namun buat kamu yang menginginkan CPU dengan performa gaming yang OK tapi juga kemampuan multitasking yang bisa diandalkan, tidak ada salahnya mencoba untuk melirik kubu AMD.

Thank you and happy shopping!